Sistem Aktif · WIB·514 Kab/Kota · 38 Provinsi

Satu Portal,
Satu Data, Satu Pembayaran —
Satu Dashboard Indonesia.

MEDINA EKONOMI — Masyarakat Ekonomi Digital Nasional. Transformasi terintegrasi menuju Smart City, Smart Village, dan Indonesia Maju Adil Sejahtera. Dari desa hingga pusat, satu siklus tertutup birokrasi & keuangan daerah.

Zero Trust Security 99,98% Uptime 1 Portal, 514 Daerah, 75rb Desa
e-Pajak
Smart Village
SEDAP
OSS-Plus
MEDINA Core
0,0 M/s
API throughput nasional
Live
01
Satu Platform
Satu portal birokrasi & keuangan daerah. Tidak ada lagi sistem pisah-pisah.
02
Satu Data Nasional
Satu kebenaran data lintas sektor & jenjang pemerintahan.
03
Satu Pembayaran Digital
QRIS, VA, e-Wallet, kanal Bank — dalam satu gerbang.
04
Satu Dashboard Indonesia
National Economic Command Center real-time untuk seluruh Nusantara.
Target Desa Digital 2030
0+
Smart Village
Kab/Kota Terdigitalisasi
0
100% nasional
Potensi Kenaikan PAD
+0%
KPI 2030
UMKM Digitalisasi
0 Juta
Target nasional
Scroll
Live Dashboard · Update tiap detik

Detak Ekonomi Smart City, Dalam Satu Layar

Data agregat dari 514 daerah, ditarik langsung dari MEDINA Core — mesin ekonomi nasional. Bukan estimasi, bukan proyeksi.

+12,4%
Penerimaan Pajak Hari Ini
Rp 247,8M
+8,1%
Transaksi Izin Selesai
18.420
+3,7%
API Call Lintas OPD
9,2jt/det
+1.240
Desa Aktif Smart Village
42.180

“Transformasi Satu Portal Birokrasi & Keuangan Daerah menuju Smart City, Smart Village, dan Indonesia Maju Adil Sejahtera.”

Visi MEDINA EKONOMI
01

Transparan Sampai Akar

Setiap rupiah pajak terlacak dari WP hingga kas daerah. Setiap izin terverifikasi via QR. Tidak ada ruang gelap.

02

Cepat Karena Arsitektur

Bukan janji cepat, tapi sistem yang dirancang cepat: paralel, otomatis, berbasis risiko, satu pintu.

03

Adil Karena Satu Data

Satu kebenaran data untuk 514 kab/kota, 38 provinsi, 75rb desa. Perlakuan sama, peluang sama.

6 Segmen Pengguna

Satu Sistem, Enam Pelaku,
Satu Tujuan Ekonomi

Dari warga biasa hingga kepala desa, dari UMKM hingga investor asing — semua dilayani dalam satu identitas digital, satu gerbang pembayaran, satu kebenaran data.

Segmen 01

Penduduk / Masyarakat

Warga yang mengakses layanan publik, pajak, dan dokumen dari satu aplikasi.

Layanan KependudukanPembayaran PajakPengaduanSubsidi & Bansos
Segmen 02

UMKM & Koperasi

Pelaku usaha kecil yang menjual produk dan akses pembiayaan digital.

Marketplace UMKMPerizinan UsahaPembiayaanEkspor (SEDAP)
Segmen 03

BUMDes

Badan Usaha Milik Desa yang mengelola ekonomi desa secara digital.

Keuangan DesaProduksi DesaPemasaranSmart Village
Segmen 04

Investor & Perusahaan

Pelaku usaha besar yang berinvestasi dan bertransaksi lintas daerah.

Manajemen InvestasiPerizinan InvestasiPajak KorporatInsight Regional
Segmen 05

ASN / Birokrat

Aparatur Sipil Negara yang menjalankan & mengawasi siklus birokrasi.

e-Planninge-Budgetinge-ProcurementDuta Digital
Segmen 06

Pemerintah Desa

Kepala Desa & perangkat desa yang mengelola Smart Village mandiri.

Keuangan Desa DigitalBUMDes OnlineUMKM DesaLayanan Desa
8 Modul Layanan Publik

Layanan Digital untuk
Seluruh Warga Nusantara

Dari identitas hingga pengaduan — delapan modul layanan yang dapat diakses dari satu aplikasi. Satu login, semua layanan.

Modul Layanan

Identitas Digital (SSO)

Satu akun untuk semua layanan. Login sekali, akses seluruh portal.

Single Sign-On
KYC e-KTP
Multi-device
Role-based akses
Integrasi Sektoral
10 Sektor Data Terintegrasi
Lintas sektor terhubung ke Satu Data Nasional
Pertanian
Perikanan
Perdagangan
Pariwisata
Industri
Energi
Kesehatan
Pendidikan
Transportasi
Lingkungan
Siklus Birokrasi Tertutup

9 Modul Internal,
Satu Siklus Tanpa Kebocoran

Perencanaan → Penganggaran → Pelaksanaan → Pengawasan → Pelaporan. Siklus tertutup yang menjamin setiap rupiah APBD terlacak dari rencana hingga laporan akhir.

01
Perencanaan
02
Penganggaran
03
Pelaksanaan
04
Pengawasan
05
Pelaporan
Loop
Perencanaan

e-Planning

Perencanaan pembangunan daerah berbasis data.

Penganggaran

e-Budgeting

Penyusunan APBD terstruktur & transparan.

Pelaksanaan

e-Procurement

Pengadaan barang & jasa yang akuntabel.

Pelaksanaan

e-Contract

Manajemen kontrak digital lintas instansi.

Pelaksanaan

e-Payment

Eksekusi pembayaran instansi real-time.

Pengawasan

e-Audit & e-Asset

Pengawasan keuangan & manajemen aset daerah.

Pengawasan

e-Performance

Manajemen kinerja pegawai berbasis KPI.

Pelaporan

Analytics & AI

Analitik data & AI untuk rekomendasi kebijakan.

Pelaporan

Security

Keamanan siber Zero Trust & audit trail permanen.

9
Microservices
Modul terpisah namun terintegrasi
Real-time
Data Warehouse
514 kab & 38 prov tersinkron
14 model
AI/ML
Predictive analytics & targeting
100%
Zero Trust
Encryption, audit trail, RBAC
Integrasi Vertikal 4 Jenjang

Dari Desa ke Pusat,
Satu Arus Data Ekonomi

Data mengalir dari akar desa, melewati kabupaten, provinsi, hingga National Economic Command Center. Setiap jenjang punya peran, semua terhubung dalam satu kebenaran.

Alur Data
Level 4
Pemerintah Pusat
Level 3
Provinsi
Level 2
Kabupaten / Kota
Level 1
Desa / Kelurahan
Level 1

Desa / Kelurahan

Akar ekosistem. Smart Village mandiri dengan ekonomi desa digital.

Keuangan Desa DigitalBUMDes OnlineUMKM DesaLayanan Publik Desa
Level 2

Kabupaten / Kota

Konsolidasi keuangan daerah & Smart City dashboard.

Konsolidasi KeuanganSmart City DashboardMonitoring PADLayanan Terpadu
Level 3

Provinsi

Integrasi & analitik regional, manajemen investasi.

Integrasi RegionalManajemen InvestasiSmart ProvinceAnalitik Lintas Kab
Level 4

Pemerintah Pusat

National Economic Command Center & satu data ekonomi nasional.

National Command CenterSatu Data EkonomiMonitoring APBN/APBDKebijakan Berbasis AI
Program Unggulan Strategis

Tiga Program yang Membedakan
MEDINA dari Lainnya

Bukan cuma digitalisasi proses, tapi transformasi ekonomi dari akar. Duta Digital, Smart Village, dan SEDAP — tiga program yang membawa desa Indonesia ke panggung global.

Program Strategis

ASN Duta Digital

ASN turun ke desa sebagai pendamping digital.

ASN diwajibkan menjadi Duta Digital yang turun ke desa untuk mendampingi transformasi digital, meningkatkan produktivitas desa, dan mendorong digitalisasi UMKM.

+20%
Produktivitas Desa
1 Juta
UMKM Digitalisasi
Wajib
ASN Duta

Misi Duta Digital · 4 Fase

01
ASN Direkrut
ASN terpilih dilatih sebagai Duta Digital.
02
Turun ke Desa
Ditempatkan di desa sebagai pendamping digital.
03
Digitalisasi UMKM
Mendampingi UMKM masuk ekosistem digital.
04
Produktivitas +20%
Produktivitas desa meningkat 20%.
1 Juta
UMKM Digitalisasi
+20%
Produktivitas Desa
Arsitektur Konstelasi

Satu Inti, Banyak Modul,
Satu Kebenaran Data

MEDINA Core adalah otak. Setiap modul orbit mengelilinginya, saling berbicara via API standar. Tidak ada lagi data ganda, tidak ada lagi laporan bolak-balik. Semua arus melewati satu sumber kebenaran.

Inti Ekosistem
MEDINA Core

Otak ekosistem. Mediator seluruh transaksi antar modul. Menjamin konsistensi data, audit trail, dan kebijakan akses lintas modul.

Throughput
9,2 M/s
Latency p99
38 ms
Uptime
99,98%
Modul Tersambung
14
Tip: Arahkan kursor ke node mana pun untuk melihat detailnya.
Tiga Pilar Ekonomi

Tiga Aliran Yang Membentuk
Ekonomi Smart City

Setiap pilar adalah mesin tersendiri, namun ketiganya berbagi satu sumber data, satu identitas warga, satu standar keamanan. Inilah yang membuat ekonomi daerah bergerak sebagai satu organisme.

Modul M-01

Digitalisasi Pajak

Mesin penerimaan daerah terpadu — dari penetapan, penyetoran, hingga rekonsiliasi. Setiap rupiah terlacak dari WP hingga rekening kas daerah dalam waktu nyata.

Penerimaan daerah yang mengalir, transparan, tanpa celah.

SEBELUM

Wajib pajak antre di loket, setor via teller, lalu menunggu NTPD dicetak manual. Rekonsiliasi manual memakan 3–7 hari kerja.

SESUDAH

Wp bayar dari HP, e-NTPD terbit otomatis, saldo masuk ke RKUD dan ter-rekonsiliasi real-time. Persetujuan validasi < 90 detik.

e-Billing Terpadu
ID billing tunggal untuk PBB, Pajak Daerah, & BPHTB.
e-NTPD Otomatis
Bukti setor terbit < 60 detik, terkunci ke blockchain daerah.
Rekonsiliasi Real-time
Match otomatis WP ↔ RKUD, tanpa rekonsiliasi manual.
AI Anti-Fraud
Deteksi pola penghindaran & kebocoran dengan anomaly detection.
Smart Billing
Penagihan adaptif berbasis siklus ekonomi WP.
Dashboard RKUD Live
Saldo kas daerah terlihat per detik oleh pengawas.

Indikator Kinerja

Live
Target Penerimaan 2025+18,2% YoY
Rp 87,4 T
Realisasi YTD70,8%
Rp 61,9 T
Wajib Pajak Aktif+312 rb
4,82 jt
Potensi PADKPI 2030
+500%
Alur Digitalisasi Pajak
1
Input
2
Validasi
3
Proses
4
Output
Alur Pajak · 6 Langkah

Dari Smartphone Warga,
Langsung ke Kas Daerah

Setiap rupiah pajak menempuh 6 titik kontrol dalam hitungan menit. Tidak ada antre, tidak ada paper, tidak ada celah kebocoran. Inilah arsitektur ekonomi yang mengalir.

01

Wp Bayar

Wajib pajak setor via Medina Go / bank / QRIS. e-Billing terbit otomatis.

≤ 30 detik
02

Validasi

Sistem verifikasi NPWPD, nominal, dan kode billing. AI cek anomali.

≤ 15 detik
03

e-NTPD

Bukti setor elektronik terbit, terkunci ke ChainLedger daerah.

≤ 10 detik
04

Rekonsiliasi

Sistem match otomatis WP ↔ bank ↔ RKUD. Tanpa rekonsiliasi manual.

real-time
05

Posting RKUD

Saldo kas daerah ter-update. Dashboard pengawas langsung terefresh.

real-time
06

Insight

InsightBI agregasi penerimaan. Prediksi & deteksi fraud berjalan.

live
Waktu Total · WP Bayar → Kas Daerah
~ 90 detik
sebelumnya: 3–7 hari
99,7%
Auto-match
0
Paper
100%
Audit-ready
Perjalanan Izin · Sebelum vs Sesudah

Dari 42 Hari Menjadi
3,2 Hari Kerja

Bandingkan sendiri. Bukan retorika, bukan janji — ini arsitektur. Klik tombol untuk beralih antara dunia lama dan ekonomi digital MEDINA.

Alur MEDINA

3,2 hari kerja
1
Single submission via OSS-Plus30 menit

Satu form, satu submit. Sistem tentukan izin yang relevan.

2
Verifikasi paralel 6 OPD1,5 hari

Semua OPD bekerja bersamaan, bukan berurutan.

3
Risk-based auto-approveinstan

Izin risiko rendah auto-approve tanpa antrian.

4
TTE qualified certificate≤ 2 jam

Tanda tangan elektronik sah, tanpa stempel basah.

5
QR verifiableinstan

Setiap izin punya QR untuk verifikasi publik.

6
Pemohon terima notifikasireal-time

Status live di Medina Go, email, dan SMS.

Dampak Terukur

Waktu rata-rata terbit−92%
Sebelum
42 hari
Sesudah
3,2 hari
Loket yang dikunjungi−100%
Sebelum
6 OPD
Sesudah
0 (online)
Dokumen fisikpaperless
Sebelum
144 lembar
Sesudah
0
Status pelacakan100%
Sebelum
Tidak transparan
Sesudah
Live
Biaya administratif−100%
Sebelum
Rp 380 rb
Sesudah
Rp 0
8,4 jt
Izin YTD
1.482
Jenis Izin
4,8/5
Kepuasan
Target KPI 2030

Visi Terukur untuk
Indonesia Maju 2030

Bukan janji tanpa angka. Setiap target KPI terukur, terverifikasi, dan dilaporkan publik via Dashboard Nasional Real-Time.

Jangkauan Nasional

Skala Transformasi 2030

0+
Desa Digital Terhubung
0
Kabupaten/Kota Terdigitalisasi
0
Provinsi Terintegrasi
0
Dashboard Nasional Real-Time
Dampak Keuangan & Ekonomi

Key Performance Indicators

Turun
0%
Efisiensi Anggaran Birokrasi
Biaya operasional turun
Naik
+0%
Kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Potensi kenaikan PAD
Naik
+0%
Produktivitas Desa (Duta Digital)
Peningkatan produktivitas
Naik
+0 Juta
UMKM Digitalisasi
Target nasional
Dampak Sosial
Empat Pilar Indonesia Maju
1. Desa Mandiri2. Ekonomi Tumbuh3. Transparansi & Akuntabilitas4. Indonesia Maju Adil Sejahtera
Roadmap Lima Fase

Dari Fondasi ke Ekonomi
Yang Terhubung Penuh

Lima fase transformasi terukur. Setiap fase punya deliverable jelas, bukan janji. Kita berada di Fase III — gerbang menuju lapisan kognitif.

SelesaiQ1 2024
Fase I

Fondasi & Satu Data

  • Pembentukan Master Data Warga (WargaID)
  • Standard API Gateway antar OPD
  • Audit & konsolidasi 514 sistem OPD
SelesaiQ3 2024
Fase II

Mesin Pajak & Pembayaran

  • e-Billing terpadu PBB, Pajak Daerah, BPHTB
  • Pay Gateway terintegrasi QRIS/VA/Wallet
  • Rekonsiliasi real-time WP ↔ RKUD
BerlangsungQ1 2025
Fase III

Satu Pintu Perijinan & Smart Village

  • OSS-Plus terintegrasi 1.482 jenis izin
  • Smart Village pilot di 1.000 desa
  • ASN Duta Digital diluncurkan
BerikutnyaQ3 2025
Fase IV

SEDAP & Ekonomi Desa

  • Program SEDAP + KDMP aktif di 75.000 desa
  • Marketplace UMKM nasional live
  • Subsidi & Bansos AI targeting
BerikutnyaQ1 2026
Fase V

National Command Center

  • National Economic Command Center pusat
  • Integrasi 38 provinsi & 514 kab/kota
  • Kebijakan berbasis AI nasional
Berikutnya2030
Fase VI

Indonesia Maju Adil Sejahtera

  • 75.000+ Desa Digital Terhubung
  • PAD naik 500%, birokrasi turun 30%
  • 1 juta UMKM terdigitalisasi
Fase V: Integrasi dengan ekosistem MEDINA di medina.web.id
Stream Real-time

Setiap Detik,
Ekonomi Bergerak

Ini bukan demo, bukan slide. Ini aliran nyata transaksi ekonomi smart city — dari e-NTPD yang terbit, izin yang disetujui, hingga sinkronisasi data lintas OPD. Setiap baris adalah aksi nyata.

Pajak
OPD
Izin
Desa
UMKM
Subsidi
Live · 0 event sesi ini
stream://medina-core/feed
Pajak·Jabar
e-NTPD terbit — PBB Kota Bandung
13:42:08
Rp 4,2 jt
Izin·Jateng
Izin Usaha Mikto #PB-22841 disetujui paralel
13:42:01
3 OPD
Desa·Sumsel
Smart Village: Desa Talang Ubi aktifkan portal
13:41:55
1 desa
UMKM·Jatim
Produk SEDAP dari Desa Kertosono ekspor Jepang
13:41:49
120 unit
Subsidi·Bali
Bansos BLT-DD tersalurkan ke 312 KK Desa Tampaksiring
13:41:42
Rp 156 jt
OPD·Kaltim
AI alert: anomali capaian Dinas PUPR Q3
13:41:36
2 indikator
Pajak·NTB
Smart billing dikirim ke 312 WP
13:41:30
Rp 88,4 jt
Izin·Sumbar
Risk-based auto-approve: 18 izin rendah risiko
13:41:22
instan
Desa·DIY
KDMP Bantul ekspor 240 kg kopi arabika ke Australia
13:41:15
SEDAP
Pajak·Banten
AI anti-fraud flag: 2 WP perlu verifikasi
13:41:08
Rp 1,2 M
Kolaborasi Multi Pihak

Tidak Berdiri Sendiri. Dibangun Bersama.

K
Kementerian Keuangan
Pusat
K
Kemenkominfo
Pusat
B
BSSN
Pusat
K
Kemendes PDTT
Pusat
A
APSI
Asosiasi
A
ADKSI
Asosiasi
A
APEKSI
Asosiasi
B
Bank Indonesia
Pusat
O
OJK
Pusat
T
Telkom Indonesia
Bumn
P
Perum Peruri
Bumn
K
KDMP
Koperasi
K
Kementerian Keuangan
Pusat
K
Kemenkominfo
Pusat
B
BSSN
Pusat
K
Kemendes PDTT
Pusat
A
APSI
Asosiasi
A
ADKSI
Asosiasi
A
APEKSI
Asosiasi
B
Bank Indonesia
Pusat
O
OJK
Pusat
T
Telkom Indonesia
Bumn
P
Perum Peruri
Bumn
K
KDMP
Koperasi
Pendaftaran Integrasi Fase III Dibuka

Bawa Daerah Anda
ke dalam Ekonomi Digital

Onboarding untuk 514 kabupaten/kota. Tim integrasi MEDINA akan mendampingi dari audit sistem, migrasi data, hingga go-live. Rata-rata 90 hari dari MoU hingga modul aktif.